Rektor UI pun marah betulan
Posted by codoix on August 3, 2008
Gelar seabrek di depan dan dibelakang nama belum menjamin seseorang memiliki kedewasaan berpikir. Jika sudah emosi, orang-orang sering melupakan akal sehat.
Bekerja sebagai pemburu berita banyak sudah banyak suka duka yang saya alami. Bertemu dengan orang yang marah-marah karena berita yang ditulis, itu sudah biasa. Tidak semua orang suka dengan yang kita publikasikan.
Namun bertemu dengan orang sekelas Rektor Universitas Indonesia yang bergelar Professor doktor yang tidak bisa menahan emosi karena berita yang ada selama ini, mungkin kejadian yang cukup unik.
Pekan lalu (27/7) Rektor Universitas Indonesia (UI), Gumilar R. Somantri meresmikan jalur sepeda sepanjang 10 km dari rencana pembangunan 20 km di Kampus UI Depok.
Peresmian jalur sepeda ini merupakan bagian dari rencana UI menghubungkan antara satu pusat kegiatan dengan kegiatan lain di kampus tersebut dengan jalur sepeda.
Berikut hasil wawancara saya dengan Rektor Gumilar mengenai jalur sepeda tersebut :
Berapa panjang jalur sepeda yang sudah dibangun di UI?
Jalur sepeda yang akan dibangun nantinya memiliki panjang total sekitar 20 km, menghubungkan pusat-pusat kegiatan di UI seperti fakultas, rektorat, mesjid, asrama, dan berbagai pusat kegiatan lain secara interconnected atau saling terhubung.
Kami baru menyelesaikan pembangunan jalur sepeda itu sekitar 50% atau baru 10 km, namun telah difungsikan. Bersepeda itu bukan semata-mata orang menggunakan sepeda, tapi kultur bersepeda itu yang paling penting.
Oleh karena itu kami tidak hanya menyediakan jalur sepeda, tapi juga sepedanya, sistem, pengawasan, hingga pengaturan untuk disiplin berlalu lintas menggunakan sepeda.
Kami mengarapkan dalam jangka waktu tiga tahun tertanam kultur bersepeda di kampus UI. Dan selama ini animonya memang besar.
Setiap hari kalau disaksikan sekarang para mahasiswa menggunakan sepeda bisa lima orang atau enam orang saling berpapasan. Dan persediaan sepeda di hampir semua pos juga sering habis karena banyak yang menggunakan.
Berapa banyak sepeda yang sudah tersedia?
Yang sudah tersedia sekitar 300 sepeda. Namun jumlahnya akan terus ditingkatkan bekerjasama dengan Polygon. Target nantinya bisa tersedia sekitar 1.000 hingga 1.500 sepeda di UI.
Di masa mendatang kami mengharapkan para mahasiswa, dosen, dan karyawan tidak menggunakan mobil pribadi di dalam kampus. Tapi ini tidak dalam jangka pendek. Butuh tiga tahun atau empat tahun ke depan.
Kami harus membangun dulu semacam tempat parkir yang terintegrasi di pinggir kampus. Sehingga saat mahasiswa atau dosen datang ke kampus, mobil mereka ditaruh di sana, lalu mereka mengambil sepeda.
Namun kami juga menyadari tidak semua orang pandai dan hobi bersepeda. Karena itu nantinya juga akan disediakan bis. Sistem bis di dalam kampus ini akan diterapkan dengan cara outsourcing.
Artinya pihak swasta yang akan mengelola dan UI mengontrak mereka, sehingga nantinya kami juga bisa menuntut pelayanan dengan kualitas tinggi di dalam implementasi pelayanan sistem bis di dalam kampus.
Misalnya bis harus ber AC, sopirnya pakai jas, sopan, aman, pintunya harus tertutup, berhenti tepat pada waktunya, ada jadwal tertentu.
Pada prinsipinya sistem bis ini juga bisa beroperasi hingga jam 21.00. Dengan demikian ada bis, ada sepeda, dan jalan kaki. Ini akan jauh menghemat dalam hal penggunaan BBM dan mereduksi jumlah emisi yang ada di kampus.
Sekaligus memang kami memang mengharapkan civitas akademika bisa hidup lebih sehat. Dan UI secara konkrit memberikan contoh dan preseden bagaimana berhadapan dengan problema lingkungan yang mendunia saat ini seperti global warming.
Artinya nanti akan ada pembatasan jumlah kendaraan yang akan masuk ke UI?
Iya, tapi tidak dalam jangka waktu pendek. Mungkin secara bertahap dalam tiga tahun ke depan setelah tempat parkir terintegrasi itu dibangun. Namun tamu tentu diperkenankan membawa mobil ke dalam kampus, dan para guru besar terutama yang sudah sepuh akan diberi dispensasi bawa mobil.
Tapi mahasiswa, dosen yang muda, serta karyawan diminta naik bis, sepeda, atau berjalan kaki. Lingkungan kampus akan ditata terus lebih cantik, lebih hijau, dan lebih mendukung dibangunnya tradisi akademik yang kuat.
Bagaimana dengan orang luar yang akan masuk ke kampus UI? Apakah mereka juga diperbolehkan menggunakan sepeda yang tersedia?
Kita mungkin akan memungut biaya. Namun demikian, biaya yang dipungut hanya untuk perawatan, bukan keuntungan. Atau bisa juga semua dibebaskan menggunakan sepeda yang tersedia.
Untuk masyarakat yang tinggal di sekitar UI bagaimana?
Untuk masyarakat sekitar UI kami menghimbau mereka untuk tidak menggunakan sepeda motor di dalam kampus karena membuat lingkungan kampus polusi, berisik, tidak kondusif dan tidak mendukung kegiatan riset di dalam kampus.
Lingkungan kampus itu harus dijaga supaya tetap tenang. Kami juga menyarankan mereka untuk berjalan kaki atau naik sepeda.
Tiga tahun ke depan tidak ada lagi ojek di dalam kampus?
Sebaiknya ojek itu hanya ada dari tempat kost mahasiswa ke dalam kampus. Tidak beroperasi di dalam kampus. Kalaupun ada ojek di kampus, sebaiknya hanya ojek sepeda.
Dari tempat kost ke pintu masuk boleh ojek motor, tapi di dalam kampus hanya ojek sepeda. Dan itupun mereka harus pakai seragam.
Artinya UI dalam dalam 3-4 tahun ke depan, UI akan melarang tukang ojek masuk ke kampus?
Kami tidak melarang, namun hanya ingin agar lingkungan di kampus UI bisa terjaga. Jadi media jangan salah mengartikan. Kamu dari media mana sih?
Dari Monitor Depok.
Nah, apalagi Monitor Depok. Koran ini sering membuat berita yang mengadu domba. Saya sudah diperingatkan oleh Walikota Depok agar berhati-hati jika wawancara dengan Monitor Depok. Katanya wartawan Monitor Depok itu sering membikin berita yang berbeda dengan hasil wawancara.
Kamu jangan seperti itu. Wartawan itu harus membuat berita yang mencerahkan dan menenangkan masyarakat. Jangan hanya gara-gara ingin menaikkan oplah, berita yang kamu bikin malah jadi berita berita murahan. Koran kamu hanya akan jadi koran kuning dan murahan.
Saya juga dosen para wartawan, walaupun dari jurusan Sosiologi, tapi saya juga mengajar komunikasi. Makanya saat tadi dicecar pertanyaan mengenai tukang ojek saya jadi curiga.
Dulu saat pintu UI didobrak, semuanya juga karena berita di Monitor Depok. Saya nggak mau lagi hal itu terulang. Jika berita yang kamu bikin berbeda dengan apa yang saya katakan, saya akan mencari kamu. UI juga tidak akan pernah lagi melayani siapapun wartawan Monitor Depok.