John Paul Ivan, ingin seperti Rick Rubin
Posted by codoix on October 24, 2008
Di kalangan penggemar musik rock Indonesia, Nama Johannes Paul Ivan mungkin sudah tidak asing lagi. Gitaris gondrong yang aksi panggungnya sering disamakan dengan Slash (eks gitaris Guns and Roses – Red) ini banyak memberi inspirasi bagi anak muda yang ingin mendalami musik cadas.
Pasca pengunduran diri dari Boomerang, band rock yang membesarkan namanya pada 2005 lalu, Ivan seakan tenggelam dan tidak terdengar kabar beritanya. Pria kelahiran Surabaya 37 tahun lalu itu memang sempat bergabung dengan grup band U9. Namun setelah itu dia kembali jarang terdengar.
Lalu apa kesibukan Ivan saat ini? Ditemui di F Bar Jakarta, Rabu sore (22/10) lalu, dia mengaku kegiatannya sekarang tidak jauh-jauh dari dunia ngeband. Ivan saat ini disibukkan dengan gawean sebagai Music Producer sebuah band beraliran pop, Gen-Q yang baru melucurkan album perdananya berjudul “Persembahan Terbaik”
Menjadi seorang produser musik diakui Ivan bukan hal baru bagi dirinya. “Saat menggarap album Extravaganza milik Boomerang, saya juga ikut sebagai co-Producer,” ujar Ivan.
Selain itu kata dia, saat masih aktif sebagai gitaris Boomerang, dirinya juga pernah membantu menggarap musik dua grup band beraliran cadas, Sngkenken dan Black Fores.
“Jadi saya sudah punya cukup pengalaman sebagai seorang produser. Pengalaman inilah yang saya gunakan sekarang saat bertindak sebagai produser musik band Gen-Q,” katanya.
Banyak orang bertanya, seorang John Paul Ivan yang dikenal sebagai musik rock, seorang gitaris yang bermain dengan melodi cepat dan irama keras, sekarang justru mau menggarap musik pop yang kesannya sangat jauh dari sosoknya selama ini.
“Inilah tantangan bagi diri saya pribadi,” ujar Ivan menjawab pertanyaan tersebut. Menurutnya, saat menjadi seorang produser, dirinya harus bisa meredam ego personalnya sebagai musisi rock.
“Sebagai produser saya harus mampu menjembatani antara keinginan para personel band dengan perusahaan rekaman. Fungsi saya lebih sebagai mediator. Karena itu saya tidak terlalu ikut campur dengan musik yang ingin dimainkan oleh personel Gen-Q,” ujarnya mengomentari band baru yang digarapnya tersebut.
Menurut Ivan, tugas seorang produser lebih kepada hubungan antar manusia. Menjadi produser, kata dia, harus bisa mempertanggungjawabkan album band yang dihasilkan, apakah bisa laku di pasaran atau tidak.
“Saya pribadi senang dengan berbagai aliran musik, apakah itu jazz, musik klasik, termasuk musik pop. Karena itu saya tidak terlalu kesulitan saat diminta menjadi produser musik sebuah band beraliran pop,” ujarnya.
Ivan menuturkan, menjadi seorang produser berbeda dengan menjadi musisi. “Tidak ada pembatasan saat menjadi seorang produser. Kita bisa menggarap musik aliran apa saja,” katanya.
Dia pun mencontohkan Rick Rubin dan Bob Rock, dua produser musik handal asal negeri Paman Sam yang pernah menangani band seperti Metallica, Red Hot Chili Peppers,
“Rick Rubin adalah contoh produser musik yang ideal. Dia bisa menangani dan menggarap musik dari aliran apa saja, apakah itu metal, hip-hop, rap, alternatif, pop, dan aliran musik lainnya,” katanya.
Tanpa canggung Ivan menyatakan keinginannya mengikuti jejak seorang Rick Rubin. “Saya ingin seperti dia. Sekarang saya menangani band beraliran pop. Suatu saat saya juga ingin menangani band yang benar-benar rock atau aliran musik lainnya,” tandasnya.
Meski saat ini asyik dengan dunia barunya, Ivan juga tidak dapat menyembunyikan keinginannya kembali menjadi gitaris dan tampil di depan banyak penggemar. Termasuk keinginan bereuni dengan teman-temannya di Boomerang.
“Kadang ada rasa rindu tampil dengan Boomerang dan memainkan lagu-lagu mereka. Bagi saya Boomerang adalah sebuah band ideal dan seperti itulah band yang saya inginkan,” katanya.
Namun Ivan tidak tahu entah kapan keinginan itu akan terwujud. Dia juga mengaku tidak pernah lagi bertemu atau sekedar mengobrol dengan rekan-rekan lamanya di band tersebut.
Kendati sempat membuat proyek album solo, namun Ivan tidak mau melanjutkan hal itu. “Pasarnya terlalu sedikit. Lagi pula bagi saya pribadi, bermain band jauh lebih asyik daripada bermain solo,” ujarnya.
Gitaris yang mengaku sangat dipengaruhi oleh Led Zeppelin dan Jimi Hendrix itu mengatakan suatu saat juga ingin kembali ke “dunia aslinya”.
“Sekarang belum ketemu aja dengan orang-orang yang cocok dan sepaham dengan saya. Karena membentuk sebuah band tidaklah gampang. Kita harus bisa menggabungkan ego dari semua personel band agar bisa sejalan,” tuturnya.
Walaupun saat ini tidak punya band tetap, Ivan juga masih sering tampil di panggung menjadi bintang tamu bagi band-band lain, ataupun tampil bersama Disc Jockey.
“Paling sering tampil bersama DJ Davina. Main bareng band lain juga pernah seperti Padi, Gigi, Riff, maupun band lain,” katanya.
Salah satu keinginannya yang belum terwujud hingga sekarang adalah tampil sepanggung bersama Slank dan Iwan Fals. “Itu cita-cita saya dari dulu. Main bersama Slank. Kalau duet bersama Abdee sih sering. Tapi bersama Slank nggak pernah. Suatu saat saya ingin hal itu terwujud,” ujarnya.
Bagi Ivan, tampil bersama band lain banyak hal yang bisa diperoleh. “Ada proses pembelajaran dalam bermusik yang bisa didapatkan saat tampil dengan band-band seperti itu,” katanya. (Dodi Esvandi)
Biografi :
Nama Asli: Johannes Paul Ivan
Tempat/Tgl Lahir: Surabaya, 3 Januari 1971
Gaya Permainan: Rock
Grup band: Radd, Buldozer, Big Panzer, Lost Angels, Boomerang, U9
Pengaruh musik : KISS, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, Joe Satriani, Zakk Wylde
Album :
-Indonesian Rock & Metal (1990)
-Boomerang (1994)
-Boomerang – K.O.(1995)
-Boomerang – Disharmoni (1996)
-Boomerang – Segitiga (1998)
-Best Ballads of Boomerang (1999)
-Hard ‘n Heavy of Boomerang (1999)
-Boomerang – X’travaganza (2000)
-Boomerang – Terapi Visi (2003)
-A Tribute to Ian Antono (2004)
-Boomerang – Urbanoustic (2004)
-U9 – Complex (2006)
Peralatan :
1.Gitar :
-Berbagai jenis produksi Gibson
-Fender Mustang
-Fender Telecaster
-Ibanez JS-1
-Jerry Jones Electric Sitar
-Danelectro Electric Guitar
-Carvin SC-JPI
-Ovation 1994 limited edition acoustic guitar
2.Ampli & Effect :
-Marshall series
-Red Bear
-Carvin MTS dan Legacy
-Peavey 5150
slanker said
Kalo ada dengan MP3 nya sob gw ngefans bgt ama ini Band