Codoix's Weblog

Membaca kekuatan 4 kontestan

Posted by: Dodi Esvandi on: July 26, 2010

Genderang perang sudah ditabuh, gong tanda dimulainya pertandingan juga sudah dipukul. Empat pasangan calon walikota dan wakil walikota Depok akhirnya resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, sebagai peserta Pilkada 2010 yang akan dihelat 16 Oktober mendatang.

Sabtu (24/7) kemarin, adalah ibarat garis start bagi pasangan Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna (Yuyun-Pradi), Gagah Sunu Sumantri-Derry-Drajat), Badrul Kamal-Agus Supriyanto (Badrul-Agus), serta Nur Mahmudi Ismail-Idril Abdul Somad (Nur-Idris).

Sedangkan nama-nama lain, yang dalam beberapa bulan terakhir sempat digadang-gadang juga bakal ikut sebagai peserta Pilkada, semisal Hasbullah Rahmad, Naming D. Bothin, Agung Witjaksono, Nursi Arsyirawati, Biem Benyamin, Rudi Samin, Rumanul Hidayat, harus rela menjadi penonton.

Pilkada Depok 2010, adalah pesta bagi warga Depok, layaknya Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, yang merupakan pesta bagi ‘gila bola’ di seluruh dunia. Seperti Piala Dunia, tentu akan menarik pula jika kita menganalisis kekuatan dan kelemahan masing-masing kontestan.

Sebagai ‘pengamat bola kelas kampung’, sekaligus ‘pengamat politik kelas RT’, penulis mencoba sedikit menguraikan kelebihan maupun kekurangan para pasangan calon peserta Pilkada Depok 2010 ini.

Yang pertama adalah pasangan Yuyun-Pradi (karena merekalah yang mendaftar pertama kali ke KPU). Dari segi usia, pasangan ini sangat ideal, kombinasi tua-muda, yang selama ini banyak diharapkan warga Depok.

Yuyun yang masih menjabat wakil walikota Depok, adalah mantan birokrat yang sangat berpengalaman, dan tentu mengenal karakter Depok dengan baik. Karirnya pun sebagai pamong negara, hampir sepenuhnya dihabiskan di Depok, sejak menjabat Camat Beji, hingga kini sebagai wakil walikota Depok.

Tak heran, meski dilahirkan di Bandung, namun Yuyun sudah dianggap seperti ‘orang Depok asli’. Sifatnya yang kebapakan, membuat Yuyun dicintai banyak masyarakat. Bahkan banyak yang berpendapat, kemenangan Nur Mahmudi Ismail dalam Pilkada sebelumnya, lebih karena sumbangan suara pendukung Yuyun.

Sementara itu Pradi Supriatna, yang menjadi pasangan Yuyun, juga punya kelebihan yang tidak dimiliki calon lain. Pradi yang dikenal sebagai pengusaha dan tokoh muda, dan diketahui sebagai ‘anak Depok asli’.

Terkesan sepele. Tapi yang perlu diingat, sejak Depok di bawah naungan Bogor, belum satupun pemimpin Depok yang asli putra daerah, sehingga tak heran banyak kalangan yang kemudian mengampanyekan pemimpin dari warga asli Depok.

Meski demikian, pasangan ini juga punya kelemahan. Salah satunya adalah mesin politik yang tidak terlalu kuat, karena ‘hanya’ didukung oleh partai-partai kecil non parlemen.

Namun jika pasangan ini bisa menerapkan strategi politik yang tepat, bukan tidak mungkin mereka akan menang. Apalagi Pilkada berbeda dengan Pemilu legislatif. Yang utama dalam Pilkada adalah ketokohan, karena yang dipilih atau dicoblos adalah tokoh, bukan lambang partai.

Calon artis

Kontestan selanjutnya pasangan Gagah-Derry, satu-satunya pasangan yang berangkat dari jalur independen. Tak bisa dipungkiri, kekuatan pasangan ini ada pada sosok Derry Drajat. Meski hanya calon wakil walikota, Derry jelas lebih dikenal masyarakat dibandingkan Gagah.

Dikenal sebagai artis, pembawa acara, bintang film, dan berbagai profesi lain di dunia hiburan, Derry lebih familiar dibandingkan Gagah yang ‘hanya’ pernah menjadi Kepala Kantor Pariwisata Seni dan Budaya Kota Depok, dan sekarang ia adalah Sekretaris di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok.

Namun dengan banyaknya pemilih perempuan, terutama kaum ibu, tentu cukup menguntungkan juga bagi pasangan ini. Kaum perempuan (baca: ibu-ibu), biasanya lebih subjektif dalam menetukan pilihan.

Sebaliknya karena berangkat dari jalur independen, juga akan menjadi salah satu kelemahan bagi pasangan ini, sebab mereka tidak ditopang oleh parpol sebagai mesin penggerak.

Calon ketiga adalah Badul-Agus. Di atas kertas dan secara matematis, pasangan ini sudah menang, karena didukung tiga partai besar, yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDI Perjuangan. Namun yang perlu diingat, politik layaknya sepakbola, yang hasil akhirnya tidak bisa.

Badrul adalah mantan walikota Depok, yang pada 2004 silam harus mengaku kalah kepada Nur Mahmudi. Dalam sejarah politik di Indonesia, rasanya belum pernah terdengar adanya ‘mantan incumbent’ yang berhasil menang kembali dalam pertarungan berikutnya.

Sedangkan Agus Supriyanto, namanya juga baru bergaung di Depok dalam beberapa bulan belakangan. Kendati santer terdengar pengusaha kelahiran Jepara Jawa Tengah ini ditopang finasial yang kuat, namun tentunya hal tersebut tak menjamin pasangan Badrul-Agus ini bisa meraih kemenangan dengan mudah.

Kontestan terakhir adalah Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad. Sebagai incumbent, Nur Mahmudi jelas punya keuntungan dan peluang menang yang cukup besar. Ia telah dikenal oleh warga Depok, karena selama ini baliho dirinya sudah menjamur di seluruh penjuru kota.

Namun jika tidak hati-hati, pasangan ini juga bisa terjungkal. Status incumbent juga tidak menjamin mereka bisa menang mudah, karena sudah terbukti di banyak Pilkada, ada incumbent yang akhirnya terjungkal. Salah bsatu contohnya adalh Pilgub Jawa Barat 2008 silam.

Terlepas dari siapapun yang nantinya yang akan menjadi pemenang, kita semua tentu berharap, agar Pilkada tahun ini bisa berlangsung lancar tanpa ada kerusuhan, sehingga melahirkan pemimpin terbaik bagi Kota Depok tercinta.

1 Response to "Membaca kekuatan 4 kontestan"

nice blog,, referensi bagus buat nentuin pilihan, semoga yg terbaik buat kota Depok tercinta.. amin ya rabbal alamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


kunjungi : lomba blog depok

Pemilik Blog

Menulis untuk belajar membaca,
dan membacalah supaya tahu...

Kalender

July 2010
M T W T F S S
« Apr   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Statistik Blog

  • 45,686 hits

Arsip

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.