Codoix's Weblog

Usai Latihan, Tubuh Memar seperti Kena KDRT

Posted by: Dodi Esvandi on: May 9, 2011

Bagi sebagian warga ibu kota, bersepeda ke kantor (bike to work) itu sudah biasa. Tapi kalau gowes dari Jakarta menuju Jepara, Jawa Tengah, sambil bawa misi sosial, itu baru luar biasa. Hari ini, sepuluh perempuan yang menamakan dirinya Srikandi Bike2Work melakukan aksi tak lazim itu.

Jangan bayangkan sepuluh perempuan ini seorang atlet sepeda. Para Srikandi itu datang dari berbagai latar belakang. Ada yang seorang dokter bedah, sekretaris di sebuah perusahaan swasta, aktivis perempuan, dan ibu rumah tangga. Mereka adalah Tense Manalu, Lucy Iskandar, Rahma, Rahmi, Aristy, Seklie, Evie Permatasari, Rita Ilyasa, Herlina Dahlan, serta Meika Manullang. Dari kesepuluh perempuan itu, hanya Rahma yang cukup akrab dengan sepeda.

Dia seorang atlet tuna rungu. Meski bukan seorang atlet dan tidak terbiasa bersepeda jarak jauh, mereka berniat menaklukkan perjalanan sepanjang 610 kilometer menggunakan sepeda ontel. Tujuannya hanya satu, menunjukkan kepada masyarakat bahwa perempuan Indonesia adalah sosok mandiri dan bermartabat sebagai generasi penerus bangsa. Selain menempuh perjalanan yang akan melintasi 2 provinsi dan 10 kota itu, para Srikandi juga akan membagikan buku gratis. Bantuan itu disumbangkan ke SD Semai, yakni sebuah sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Jepara. Mereka juga akan mendonasikan bibit pohon buah di sekolah yang sama.

’’Pohon itu nantinya dinamai sendiri oleh para siswa di sekolah tersebut dan kami berharap mereka bisa merawat tanaman itu layaknya sahabat mereka sendiri,’’ ujar Lucy Iskandar, salah seorang Srikandi yang akan mengikuti touring Jakarta-Jepara itu saat jumpa pers di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Jakarta, kemarin (12/4) Luci menuturkan, misi menaklukkan Jakarta–Jepara yang direncanakan dari 13 April hingga 20 April itu merupakan program yang digagas Bike2Work (B2W) Indonesia, bekerjasama dengan KPP-PA dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

’’Awalnya kami hanya ingin mengampanyekan kegiatan bersepeda untuk Indonesia lebih hijau. Namun sejalan dengan perkembangan, kami berharap agar misi ini menjadi lebih berarti, sekaligus menularkan semangat baru bagi perempuan generasi penerus bangsa,’’ tandasnya.

Dikatakan Lucy, saat ini jumlah perempuan pengguna sepeda dalam aktivitas kesehariannya masih sangat sedikit. Karena itu, dia berharap dengan touring menempuh rute Jakarta–Jepara, jumlah perempuan bersepeda semakin banyak. ’’Selain misi lingkungan hidup, ada misi gender juga yang kami usung. Kami ingin menunjukkan bahwa perempuan itu sosok mandiri,’’ katanya.

Diceritakan Lucy, rekan-rekannya telah melakukan persiapan hampir 2 bulan untuk perjalanan sekitar delapan hari itu. Mereka dibawah bimbingan pelatih Glen Salmon. Bermacam pengalaman telah mereka alami selama masa latihan. ’’Kalau namanya jatuh dari sepeda sudah sering banget. Bahkan di antara kami yang hampir setiap kali latihan, setiap itu pula terjatuh. Tubuh kami memar-memar seperti orang habis terkena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tapi kami tidak pernah kapok dan selalu bersemangat untuk menaklukkan misi ini,’’ ujarnya.

Sementara itu, Glen Salmon, pelatih para Srikandi bersepeda itu mengatakan, perjalanan dari Jakarta menuju Jepara itu akan dibagi 6 etape. Di hari pertama para peserta akan menempuh rute Jakarta-Purwakarta. Di hari kedua dilanjutkan Purwakarta- Subang-Sumedang. Di hari ketiga, mereka melanjutkan dari Sumedang menuju Cirebon. Hari keempat istirahat di Cirebon satu hari. Hari kelima dilanjutkan dari Cirebon menuju Pekalongan. Hari ketujuh dari Pekalongan menuju Semarang. Hari terakhir dari Semarang menuju Jepara.

’’Beberapa latihan telah dilakukan selama persiapan, yakni latihan menjaga stamina, daya tahan, serta latihan teknik. Kami juga sudah berlatih menempuh beberapa rute jarak jauh, misalnya bersepeda menuju Bogor, kemudian bersepeda ke Anyer, Karawang, dan terakhir kami berlatih bersepeda menuju Bandung,’’ ujar Glen.

Di tempat sama, Ketua Umum B2W Indonesia, Toto Sugito, mengatakan, kegiatan yang baru pertama kalinya digelar ini diharapkan bisa rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memeringati Hari Kartini.

’’Kalau tahun ini ada 10 peserta, semoga tahun depan bisa meningkat menjadi 20 peserta, dan terus bertambah di tahun-tahun berikutnya,’’ kata Toto. Saat ini, kata Toto, jumlah anggota yang terdaftar dalam komunitas B2W Indonesia mencapai 40 ribu orang. Padahal 2004 silam, anggotanya hanya 150 orang. ’’Di Jakarta sendiri anggota kami sudah 6.000 orang. Itu yang tercatat,’’ ujarnya.

Sementara itu, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari mendukung penuh kegiatan ini. ’’Peranan perempuan dalam menciptakan generasi penerus bangsa sangatlah krusial. Sangat penting bagi bangsa ini untuk memiliki perempuanperempuan mandiri, tangguh, dengan tetap memegang nilai-nilai tradisional. Misi yang dibawa tim Srikandi dari Jakarta menuju Jepara ini sangatlah positif, mencitrakan model perempuan modern yang selain sehat, juga peduli pada masa depan lingkungan dan generasi penerus,’’ tegas mantan Ketua Umum Kowani ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


kunjungi : lomba blog depok

Pemilik Blog

Menulis untuk belajar membaca,
dan membacalah supaya tahu...

Kalender

May 2011
M T W T F S S
« Jul    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Statistik Blog

  • 45,681 hits

Arsip

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.